Identifikasi Bakteri Resisten Cu Dari Sedimen Laut Terdampak Aktivitas Tambang Timah

Rahmad Lingga, Budi Afriyansyah

Abstract


Aktivitas pertambangan timah di laut memberikan pengaruh buruk terhadap kondisi lingkungan salah satunya adalah cemaran logam berat yang dapat mempengaruhi kehidupan biota perairan. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan menguji resistensi bakteri sedimen laut terdampak aktivitas tambang timah terhadap logam berat Cu. Pengambilan sampel dilakukan pada area penambangan timah di laut sampai ke hamparan lumpur kawasan mangrove terdekat. Isolasi bakteri dilakukan dengan metode cawan sebar dan karakterisasi bakteri meliputi pengamatan bentuk sel, pewarnaan Gram dan uji biokimia. Isolat bakteri selanjutnya diuji resistensinya terhadap logam Cu dengan konsentrasi 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm dan 100 ppm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa isolat bakteri yang berasal dari sedimen laut terdampak aktivitas tambang timah memiliki resistensi terhadap perlakuan logam berat Cu pada berbagai konsentrasi. Isolat B6, B8 dan A10 memperlihatkan resistensi tertinggi terhadap Cu sampai pada konsentrasi 100 ppm

References


Beleneva IA, AD. Kukhlevskya, UV. Kharchenko YuL. Kovalchuk. 2011. Resistance to Copper Ions and Antibiotics in Marine Heterotrophic Bacteria in the Coastal Waters of Vietnam. Microbiol. 37(4): 284-290.

Chihomvu P, Stegmann P, Pillay M. 2014. Identification and Characterization of Heavy Metal Resistant Bacteria from the Klip River. Internatio J Biol Biomol Agri Food Biotechnol Enginee. 8(11): 1178-1188.

Dupont CL, Grass G, Rensing C. 2014. Copper toxicity and the origin of bacterial resistance—new insights and applications. Metallomics. DOI: 10.1039/c1mt00107h.

Filali BK, Taoufik J, Zeroual Y, Dzairi FZ, Talbi M, Blaghen M. 2000. Waste water bacterial isolates resistant to heavy metals and antibiotics. Curr Microbiol. 41:151–156.

Hassen A, Saidi N, Cherif M, Boudabous A. 1998. Resistance of environmental bacteria to heavy metal. Bioresour Technol. 64:7–15.

Hynninen A, Touze T, Pitkanen L, Mengin-Lecreulx D, Virta M. 2009. An efflux transporter PbrA and a phospatase PbrB cooperate in a lead-resistance mechanism in bacteria. Mol. Microbiol. 74: 384-394.

Lo Giudice A, Casella P, Bruni V, Michaud L. 2013. Response of bacterial isolates from Antarctic shallow sediments towards heavy metals, antibiotics and polychlorinated biphenyls. Ecotoxicology. 22:240–250.

Malik A. 2004. Metal bioremediation through growing cells. Environ Int. 30:261–278.

Marfirani R dan Adiatma I. 2012. Pergeseran mata pencaharian nelayan tangkap menjadi nelayan apung di Desa Batu Belubang. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Semarang, 11 September 2012.

Martinez JL. 2009. Environmental pollution by antibiotics and by antibiotic resistance determinants. Environ Pollut. 157: 2893-2902.

PT Timah Tbk. 2017. Laporan Tahunan. ID: Pangkal Pinang.

Rensing C dan Grass G. 2003. Escherichia coli mechanisms of copper homeostasis in a changing environment, FEMS Microbiol. Rev. 27:197–213.

Santos HF, Carmo FL, Paes JES, Rosado A, Peixoto RS. 2011. Bioremediation of mangroves impacted by petroleum. Water, air, and Soil Pollution. 216: 329-350.

Tomova I, Stoilova-Disheva M, Lazarkevich I & Vasileva-Tonkova E. 2015. Antimicrobial activity and resistance to heavy metals and antibiotics of heterotrophic bacteria isolated from sediment and soil samples collected from two Antarctic islands. Frontiers in Life Science, 8(4): 348-357. DOI: 10.1080/21553769.2015.1044130

Zhang XX, Zhang T, Fang HHP. 2009. Antibiotic resistance genes in water environment. Appl Microbiol Biotechnol. 82: 397–414.




DOI: https://doi.org/10.36987/jpbn.v6i2.1666

Refbacks

  • There are currently no refbacks.