Pemodelan dan Optimasi Manajemen Rantai Pasokan Berbasis Linear Programming Menggunakan Metode Simplex
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan bisnis warung kopi (Warkop) yang menuntut efisiensi tinggi dalam pengelolaan ketersediaan bahan baku.
Masalah utama yang dihadapi oleh banyak pengelola Warkop adalah ketidakteraturan dalam perencanaan stok bahan baku (seperti kopi, gula, dan susu) yang sering kali menyebabkan biaya penyimpanan membengkak atau justru kekurangan stok saat permintaan tinggi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasokan dengan menentukan kombinasi jumlah persediaan bahan baku yang paling efisien guna meminimalkan biaya pengadaan namun tetap memaksimalkan keuntungan penjualan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif Riset Operasional dengan Metode Simpleks. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam menyelesaikan persoalan program linear dengan banyak variabel keputusan dan kendala (constraints), seperti batasan anggaran, kapasitas penyimpanan, dan masa kedaluwarsa bahan baku. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara terkait pola pengadaan barang dan data penjualan harian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Metode Simpleks mampu memberikan rekomendasi jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dibandingkan dengan metode konvensional yang digunakan sebelumnya. Secara spesifik, hasil perhitungan menunjukkan penghematan biaya logistik sebesar [X]% dan peningkatan efisiensi perputaran stok sebesar [Y]%. Dengan alokasi yang tepat, risiko bahan baku terbuang akibat kedaluwarsa dapat ditekan hingga titik minimum
Saran untuk pengelola Warkop adalah mulai mengadopsi sistem pencatatan inventaris digital yang terintegrasi dengan model matematis ini agar pengambilan keputusan pengadaan barang dapat dilakukan secara real-time dan akurat.
Masalah utama yang dihadapi oleh banyak pengelola Warkop adalah ketidakteraturan dalam perencanaan stok bahan baku (seperti kopi, gula, dan susu) yang sering kali menyebabkan biaya penyimpanan membengkak atau justru kekurangan stok saat permintaan tinggi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasokan dengan menentukan kombinasi jumlah persediaan bahan baku yang paling efisien guna meminimalkan biaya pengadaan namun tetap memaksimalkan keuntungan penjualan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif Riset Operasional dengan Metode Simpleks. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam menyelesaikan persoalan program linear dengan banyak variabel keputusan dan kendala (constraints), seperti batasan anggaran, kapasitas penyimpanan, dan masa kedaluwarsa bahan baku. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara terkait pola pengadaan barang dan data penjualan harian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Metode Simpleks mampu memberikan rekomendasi jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dibandingkan dengan metode konvensional yang digunakan sebelumnya. Secara spesifik, hasil perhitungan menunjukkan penghematan biaya logistik sebesar [X]% dan peningkatan efisiensi perputaran stok sebesar [Y]%. Dengan alokasi yang tepat, risiko bahan baku terbuang akibat kedaluwarsa dapat ditekan hingga titik minimum
Saran untuk pengelola Warkop adalah mulai mengadopsi sistem pencatatan inventaris digital yang terintegrasi dengan model matematis ini agar pengambilan keputusan pengadaan barang dapat dilakukan secara real-time dan akurat.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.



