Penyuluhan Etika dan Attitude Bermedia Sosial di Usia Remaja Pada Tingkat Sekolah Menengah Atas

Syaiful Zuhri Harahap, Angga Putra Juledi, Ibnu Rasyid Munthe, Marnis Nasution, Deci Irmayani

Abstract


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang revolusioner telah membawa dampak besar pada masyarakat, terutama dengan kemunculan media sosial sebagai platform kuat yang membentuk komunikasi dan interaksi sosial. Remaja di usia Sekolah Menengah Atas juga terpengaruh oleh fenomena ini, di mana media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Melalui media sosial, remaja memiliki kesempatan untuk menyuarakan pendapat, memperluas jaringan sosial, dan membentuk koneksi dengan dunia di sekelilingnya. Namun, media sosial bukan hanya sekadar wadah untuk berkomunikasi dan berkreativitas, tetapi juga menjadi panggung bagi remaja untuk mengadvokasi isu-isu sosial yang mereka pedulikan. Namun, ada potensi risiko serius yang terkait dengan penggunaan media sosial oleh remaja. Salah satu tantangan utamanya adalah penyebaran berita palsu atau hoaks yang dapat dengan mudah menyebar dan memicu kebingungan di kalangan remaja. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi mereka tentang isu-isu global. Selain itu, perundungan cyber juga menjadi ancaman serius bagi remaja di dunia maya, yang dapat meninggalkan bekas trauma emosional dan membuat remaja merasa terisolasi dalam kesendirian. Kecanduan media sosial juga menjadi masalah serius yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka. Untuk mengatasi tantangan ini, penting bagi pihak-pihak terkait, seperti institusi pendidikan, orang tua, dan guru, untuk bersinergi dan mencari solusi yang tepat. Edukasi tentang etika bermedia sosial harus diintegrasikan dalam kurikulum sekolah dan orang tua harus terlibat aktif dalam mengawasi aktivitas online remaja. Kampanye kesadaran tentang etika bermedia sosial juga dapat diadakan untuk menciptakan budaya positif di dunia maya. Hasil dari kegiatan penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya berperilaku etis dan positif di dunia maya. Perubahan sikap dan perilaku positif diharapkan terjadi, sehingga remaja dapat menggunakan media sosial secara lebih bertanggung jawab dan menghindari risiko negatif yang terkait dengannya. Dengan demikian, generasi muda akan menjadi lebih cerdas dan tanggap dalam berinteraksi di dunia maya, menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman bagi semua pengguna.


Full Text:

PDF

References


Afriluyanto, Tegar. (2018). Fenomena Remaja Menggunakan Media Sosial dalam Membentuk Identitas. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi. 11. 184-197. 10.24090/komunika. v11i2.1365.

Nasution, A. K. P. (2020). Integrasi media sosial dalam pembelajaran generasi z. Jurnal Teknologi Informasi Dan Pendidikan, 13(1), 80-86.

Amaly, N., & Armiah, A. (2021). Peran Kompetensi Literasi Digital Terhadap Konten Hoaks dalam Media Sosial. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 20(2), 43-52.

Hidayah, N., Nashoih, A. K., Asyari, T. R., & Chumaidi, A. (2021). Sosialisai Edukasi Smartphone terhadap Anak “Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Smartphone pada Anakâ€. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 23-26.

Zonyfar, C., Maharina, M., Sihabudin, S., & Ahmad, K. (2022). Literasi Digital: Penguatan Etika Dan Interaksi Siswa Di Media Sosial. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(2), 1426-1434.

Pakpahan, Z. A. ., Sriono, S., & Siregar, H. A. . (2023). MEKANISME PELAKSANAAN PROSES MEDIASI YANG EFEKTIF DALAM PROBLEMATIKA HUKUM YANG TERJADI DI DESA AEK HITETORAS KECAMATAN MERBAU KABUPATEN LABUHANBATU UTARA. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 5212–5218. https://doi.org/10.31004/cdj.v4i2.16542.

Kurniaputri, Y., & Adhyatma, M. D. R. (2021). Hubungan kecenderungan social media addiction dengan empati pada remaja di Surabaya. Psychopreneur Journal, 5(1), 31-36.




DOI: https://doi.org/10.36987/ikabinaenpabolo.v3i2.4721

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.