OPTIMALISASI PENYALURAN BANTUAN DAN EDUKASI KEBENCANAAN BAGI KORBAN BANJIR TAPANULI TENGAH : PENGABDIAN MASYARAKAT DOSEN UNIVERSITAS LABUHANBATU
Abstract
Banjir dan longsor yang melanda Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada akhir tahun 2025 menyebabkan ratusan warga mengungsi dan mengalami kesulitan akses terhadap kebutuhan dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen Universitas Labuhanbatu bekerja sama dengan Dompet Dhuafa dengan tujuan mengoptimalkan penyaluran bantuan darurat serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat terdampak. Metode yang digunakan meliputi rapid assessment, pendistribusian bantuan terintegrasi, penyediaan layanan komunitas seperti dapur umum, pos hangat, layanan charger dan Wi-Fi gratis, serta penyuluhan mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan dasar lebih dari 300 pengungsi, meningkatkan akses informasi, dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir susulan. Kegiatan ini juga menghasilkan Hutanabolon Resilience Model, suatu model konseptual yang mencakup empat komponen ketangguhan: assessment cepat, distribusi bantuan terintegrasi, edukasi komunitas, dan dukungan komunikasi digital. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, NGO, dan pemerintah lokal merupakan pendekatan efektif dalam membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas. Model ini diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas pada penanganan bencana di wilayah rawan lainnya.
Kata Kunci : Banjir, Tapanuli Tengah, Penyaluran Bantuan, Edukasi Kebencanaan, Ketangguhan Masyarakat, Dompet Dhuafa.
Full Text:
PDFReferences
BNPB. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. United Nations Office for Disaster Risk Reduction.
BNPB. (2025). Laporan Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Sumatera Utara 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
BPBD Sumatera Utara. (2025). Laporan Situasi Bencana Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara.
Cahyono, R., & Nurjanah, E. (2021). Analisis distribusi bantuan pada bencana banjir di Jawa Barat. Jurnal Manajemen Bencana, 7(2), 112–121.
Cozzolino, A. (2012). Humanitarian logistics: Cross-sector cooperation in disaster relief management. Springer.
Lestari, D. (2020). Kapasitas komunitas dalam mitigasi bencana berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian dan Kebencanaan, 5(1), 45–56.
Media Indonesia. (2025). Tapanuli Tengah kembali diterjang banjir. Media Indonesia Online. https://mediaindonesia.com/
Nugroho, A., & Pranajaya, G. (2020). Edukasi kebencanaan sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(3), 201–210.
Pemkab Tapanuli Tengah. (2025). Laporan Dampak Banjir Kecamatan Tukka 2025. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sari, R., Mardiah, N., & Putra, Y. (2022). Penyuluhan mitigasi bencana dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Jurnal Pengabdian Nusantara, 2(4), 85–95.
Shaw, R., & Takeuchi, Y. (2012). Community-based disaster education. Journal of Disaster Research, 7(1), 1–9.
Tatham, P., & Pettit, S. (2017). Humanitarian logistics: Meeting the challenge of preparing for and responding to disasters. Kogan Page.
Van Wassenhove, L. N. (2006). Humanitarian aid logistics: Supply chain management in high gear. Journal of the Operational Research Society, 57(5), 475–489.
WHO. (2011). Psychological first aid: Guide for field workers. World Health Organization.
DOI: https://doi.org/10.36987/ikabinaenpabolo.v6i1.8527
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.