FAKTOR KONDISI DAN POLA PERTUMBUHAN UDANG KELONG (Penaeus indicus) PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN, SUMATERA UTARA

Rivo Hasper Dimenta, Rusdi Machrizal

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kondisi (K) dan Pola Pertumbuhan udang kelong (P. indicus) telah dilakukan di sekitar perairan muara yang memiliki ekosistem mangrove Belawan selama 3 bulan, sejak bulan Juni - Agustus 2016. Metode penelitian yang digunakan yang dalam menentukan 4 titik stasiun sampling adalah purposive random sampling dengan 2 kategori zona yaitu zona alami dan zona pemanfaatan. Pengambilan sampel udang kelong (P. indicus) dilakukan dengan menggunakan jaring ambai berbentuk kerucut yang terbuat dari bahan nilon. Pada tiap stasiun ditentukan 3 unit jaring tangkap sebagai ulangan (total jaring 12 unit/bulan). Analisa data pola pertumbuhan udang menggunakan rumus persamaan hubungan panjang dan bobot Effendie (2002) dan analisa faktor kondisi relatif (K) menggunakan rumus Rypel dan Ritcher (2008). Hasil penelitian diperoleh bahwa Pola pertumbuhan udang (P. indicus) di perairan mangrove Belawan seluruhnya kategori allometrik negatif (b < 3) dimana nilai b tertinggi pada stasiun I sebesar 2.82, dan terendah berada pada stasiun III sebesar 1.26. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh letak lokasi stasiun I yang hampir mendekati daratan, sehingga diduga kondisi substrat sesuai bagi kebutuhan perkembangan udang kelong. Nilai faktor kondisi (K) P. Indicus  tertinggi berada pada stasiun II sebesar 1,71 dan nilai yang terendah pada stasiun III sebesar 1,20. Sehingga dapat disimpulkan udang kelong (P. Indicus) pada seluruh stasiun tergolong dalam kondisi pipih atau tidak gemuk.

Full Text:

PDF

References


Chaitiamvong, S. dan Supongpan M. 1992. A Guide to Penaeid Shrimp Found in Thai Water. Australian Institute of Marine Science. Townsville, Australia.

Devi, G., Aravindakshan, P. N., dan M. K. Kutty. 1983. Length-Weight Relation and Condition Factor of Penaeus Indicus and Metapenaeus Dobsoni in the Cochin Backwater. Mahasagar-Bulletin of the National Institute of Oceanography,16 (2): 399-402.

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. 2011. Review Peta Sebaran Potensi Mangrove. Balai Pengelolaan Hutan Mangrove. Medan.

Dore, Ian., Frimodt C. 1987. An Illustrated Guide To Shrimp Of The World. Library of Congress Catalog Card Number 87-13991. Hongkong.

Ecoutin, J. M., J. J. Albaret, and S. Trape. 2005. Length– Weight Relationships for Fish Populations of A Relatively Undisturbed Tropical Estuary: The Gambia. Fisheries Research 72: 347–351

Effendie, M.I. 1979. Metode biologi perikanan. Yayasan Dewi Sri, Bogor: 112 hal.

Efendie, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Cetakan Kedua. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.

King, M. 1995. Fisheries Biology Assesment and Management; Second Edition. Blackwell Publishing. India. 400p.

Lovett, D.L. 1981. A Guide to The Shrimp, Prawns, Lobster, and Crabs of Malaysia and Singapore. Faculty of Fisheries and Marine Science. University Pertanian Malaysia. Selangor-Malaysia.

Le Cren, C. P. 1951. Length-Weight Relationship and Seasonal Cycle in Gonad Weight and Condition in The Perch (Perca fluviatilis). Journal of Animal Ecology 20(2): 201-219.

Manik, N. 2009. Hubungan Panjang – Berat Dan Faktor Kondisi Ikan Layang ( Decapterus Russelli ) Dari Perairan Sekitar Teluk Likupang Sulawesi Utara. Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. 35(1): 65-74

Neff, B. D., and L. M. Cargnelli. 2004. Relationships Between Condition Factors, Parasite Load and Paternity in Bluegill Sunfish, Lepomis Macrochirus. Environmental Biology of Fishes 71: 297–304

Rahardjo, M. F. dan C. P. H. Simanjuntak. 2008. Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Tetet johnius belangerii cuvier (pisces: sciaenidae) Di Perairan Pantai Mayangan, Jawa Barat. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. Volume 15 (2): 135-140

Rahardjo, M. F., dan C. P. H. Simanjuntak. 2005. Komposisi Makanan Ikan Tetet, Johnius belangerii Cuvier (Pisces: Sciaenidae) di Perairan Pantai Mayangan, Jawa Barat. Ilmu Kelautan 10 (2): 68 – 71

Steel, G.D., Torrie J.H. 1991. Prinsip dan prosedur statistika. Suatu pendekatan biometrik. Edisi kedua. Gramedia Pustaka Utama: 748 hal.

Rypel, A. L. dan T. J. Ritcher. 2008. Emperical Percentile Standard Weight equation for the Blacktail Redhorse. North American Journal of Fisheries Management, 28: 1843-1846.

Rochmady. 2012. Hubungan panjang bobot dan faktor kondisi kerang lumpur (Anodontia edentula Linnaeus, 1758) di pulau Tobea, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna. Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan (agrikan UMMU-Ternate). Volume 5 Edisi 1: 1-8

Siringoringo Y.N., Desrita., Yunasfi. 2017. Kelimpahan dan Pola Pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) di Hutan Mangrove Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Provinsi Sumatera Utara. Acta Aquatica 4(1): 26-32

Teikwa E. D. dan Y. D. Mgaya. 2003. Abundance and Reproductive Biology of the Penaeid Prawns of Bagamoyo Coastal Waters, Tanzania. Western Indian Ocean. J. Mar. Sci,. 2 (2): 117-126.

Türkmen, M., O. Erdoğan, A. Yildirim, and I. Akyurt. 2002. Reproductive Tactics, Age and Growth of Capoeta capoeta Umbla Heckel 1843 from The Aşkale Region of The Karasu River, Turkey. Fisheries Research 54: 317-328

Vakily, J.M.; Palomares M.L and Pauly D. 1986. Computers programs for fish stock assessment application for the hp 41 cv calculator. Fao fish. Tech. Pap. 101/1, iclarm, roma.: 255 pp.

Walpole, R. E., 1992. Pengantar Statistika. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.36987/jes.v4i2.1447

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Jurnal Eduscience (JES) oleh FKIP Universitas Labuhanbatu disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://jurnal.ulb.ac.id/index.php/eduscience.