KONSINYASI TANAH DALAM PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM: ANALISIS PRAKTIK PERADILAN DI PENGADILAN NEGERI GRESIK
Abstract
Land acquisition for public-interest development requires a legal mechanism capable of balancing the need to accelerate infrastructure development with the protection of landowners’ rights. One of the mechanisms provided by Indonesian law is consignment, namely the deposit of compensation with the District Court when compensation cannot be directly delivered to the entitled party because of refusal, uncertainty regarding the entitled party’s whereabouts, or other legally recognized circumstances. This study aims to analyze the implementation of land consignment at the Gresik District Court from the perspective of the public-interest principle, with particular attention to legal certainty, protection of landowners’ rights, judicial procedures, and practical obstacles. The study employs empirical juridical research using structural and socio-legal approaches. Primary data were obtained through interviews and observations involving judges, court clerks, and bailiffs at the Gresik District Court, while secondary data consisted of legislation, court decisions, legal literature, and relevant academic publications. The findings indicate that consignment procedures at the Gresik District Court have generally been implemented through registration, administrative verification, payment of the consignment amount, judicial examination, notification or offer of compensation, and judicial determination. Data from 2021–2025 show that consignment applications were associated with major public-interest infrastructure projects, particularly the Krian–Legundi–Bunder–Manyar Toll Road and flood-control infrastructure. However, implementation remains constrained by limited access to consignment information, unresolved ownership disputes, difficulties in identifying or locating entitled parties, and uncertainty concerning the period for depositing and withdrawing compensation. The study concludes that consignment can function as an instrument for balancing development interests and landowners’ rights only when procedural legality is accompanied by meaningful protection, transparency, and effective judicial supervision.
Keywords: Land Consignment; Land Acquisition; Public Interest; Judicial Practice; Legal Certainty; Landowners’ Rights.Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Buku
Fuady, Munir. Perbuatan Melawan Hukum: Pendekatan Kontemporer. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2002.
Irwansyah. Penelitian Hukum. Yogyakarta: Mirra Buana Media, 2021.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2021.
Mertokusumo, Sudikno. Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty, 2009.
Salinde, John. Masalah Tanah dalam Pembangunan. Jakarta: Sinar Grafika, 2007.
Setiawan, R. Pokok-Pokok Hukum Perikatan. Bandung: Binacipta, 2007.
Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Bandung: UI Press, 2014.
Sugianto, and Leliya. Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum: Sebuah Analisis dalam Perspektif Hukum dan Dampak terhadap Perilaku Ekonomi Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish, 2017.
Sumaordjono, Maria S. W. Kebijakan Pertanahan. Jakarta: Buku Kompas, 2001.
Sutedi, Adrian. Implementasi Prinsip Kepentingan Umum dalam Pengadaan Tanah untuk Pembangunan. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Tehupeiory, Aartje. Format Hukum yang Melindungi Kepentingan Pemegang Hak Atas Tanah: Konsinyasi dalam Pengadaan Tanah. Jakarta: UKI Press, 2020.
Waluyo, Bambang. Penelitian Hukum dalam Praktek. Jakarta: Sinar Grafika, 2002.
Peraturan Perundangan
Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).
Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5280. Undang-undang ini telah mengalami perubahan, antara lain melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 102. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6885.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 836.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 827.
Pengadilan Negeri Gresik. Penetapan Nomor 1/Pdt.P-Kons/2024/PN Gsk.
Jurnal
Chang, Yun-chien. “An Empirical Study of Compensation Paid in Eminent Domain Settlements: New York City, 1990–2002.” The Journal of Legal Studies 39, no. 1 (2010): 201–244. https://doi.org/10.1086/605095.
Endrawati, Netty. “Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Pembangunan Nasional Menurut Keppres No. 55 Tahun 1993 jo. Keppres No. 34 Tahun 2003.” Legality 12, no. 2 (2005).
Koeswahyono, Imam. “Melacak Dasar Konstitusional Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Pembangunan bagi Umum.” Jurnal Konstitusi 1, no. 1 (2008).
Meckelburg, Rebecca, and Agung Wardana. “The Political Economy of Land Acquisition for Development in the Public Interest: The Case of Indonesia.” Land Use Policy 137 (2024): 107017. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2023.107017.
Sari, Yesi Nurmantiyas, Rizal Nugroho, and Al Khanif. “Land Acquisition for Public Interests: A Review from the Human Rights Context.” Indonesian Journal of Law and Society 1, no. 1 (2020). https://doi.org/10.19184/ijls.v1i1.16757.
Sugianto, and Leliya. “Dampak Perilaku Ekonomi Masyarakat terhadap Ganti Rugi Pengadaan Tanah Tol Cipali untuk Kepentingan Umum.” Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah 2, no. 1 (2017).
Website
Pengadilan Negeri Gresik, “Sistem informasi pelayanan publik (SIPP) Rekapitulasi klasifikasi Permohonan Konsinyasi”, https://pn-tabanan.go.id/layanan accessed on 10 November
DOI: https://doi.org/10.36987/jiad.v14i3.9074
Refbacks
- There are currently no refbacks.
<










