PEMBARUAN KUHP DALAM MENGATASI INTOLERANSI DAN KEKERASAN BERBASIS AGAMA DI INDONESIA
Abstract
The diversity of religions and beliefs in Indonesia requires criminal law regulation that protects religious freedom while preventing intolerance and religion-based violence. This study aims to analyze the influence of religious and belief diversity on the application of religious criminal law in the Indonesian Criminal Code and to examine the prohibition of intolerance and religion-based violence as a principle for protecting diversity and preventing social conflict. This research employs normative legal methods using statutory, conceptual, and historical approaches, with qualitative analysis through legal interpretation and legal reasoning. The findings show that the new Criminal Code has expanded protection for religion, belief, and religious life, but still presents normative problems concerning the conceptual boundaries of religion, belief, hostility, hatred, and incitement. These conditions may lead to broad interpretation, legal uncertainty, and unequal protection between majority and minority groups.
Keywords: religious diversity; intolerance; new Criminal CodeFull Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Buku
El-Hafidy, As’ad. Aliran Kepercayaan dan Kebatinan di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1977.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2005.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2002.
Soekanto, Soerjono, dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.
Soemitro, Ronny Hanitijo. Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990.
Peraturan Perundangan
Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6842.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1/PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2726.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4558.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4919.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6905.
Jurnal
Anugrah, Roby, dan Raja Desril. “Kebijakan Formulasi Pidana Mati dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 3, no. 1 (2021): 80–95. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i1.80-95.
Arifin, Ridwan, Hanif Helmi, Ngaboawaji Daniel Nte, Waspiah Waspiah, dan Dian Latifiani. “The Adversity on Establishing Places of Worship: Has Religious Freedom Failed in Indonesia?” Legality: Jurnal Ilmiah Hukum 29, no. 1 (2021): 93–113. https://doi.org/10.22219/ljih.v29i1.15317.
Azed, Abdul Bari, dan Sarbaini Sarbaini. “Kebijakan Kriminal Penanggulangan Kejahatan Penistaan Agama.” Legalitas: Jurnal Hukum 14, no. 1 (2022): 122–134. https://doi.org/10.33087/legalitas.v14i1.319.
Daffa, Muhammad, dan Indra Anggara. “The Position of Local Religions in Interfaith Relations as a Form of Religious Moderation in Indonesia.” Indonesian Journal of Religion and Society 5, no. 2 (2023): 112–124. https://doi.org/10.36256/ijrs.v5i2.369.
Damanik, Dapot, Michael Simanjuntak, Grace Sihombing, dan Sari Mutiara Sinaga. “Pandangan Alkitab tentang Toleransi.” DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2023): 57–71. https://doi.org/10.52879/didasko.v3i2.96.
Fahrudin, Ahmad Yogi, Ardiansyah, dan Bintang Wicaksono Ajie. “Hukum Pidana dan Konflik Agama: Menganalisis Kasus Penistaan Agama dan Dampak Sosialnya.” HUMANIORUM 1, no. 4 (2024): 116–123. https://doi.org/10.37010/hmr.v1i4.32.
Fathani, Aqil Teguh, dan Eko Priyo Purnomo. “Praktek Nilai Pancasila dalam Menekan Tindakan Radikalisme.” Mimbar Keadilan 13, no. 2 (2020): 240–251. https://doi.org/10.30996/mk.v13i2.3934.
Jufri, Muwaffiq, dan Mukhlish Mukhlish. “Akibat Hukum Pemisahan Hak Beragama dengan Hak Berkepercayaan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.” Jurnal Konstitusi 16, no. 2 (2019): 274–295. https://doi.org/10.31078/jk1624.
Keintjem, Jefry P. O. “Delik Keagamaan dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” LEX ET SOCIETATIS 3, no. 4 (2015): 104–112.
Kherid, Muhammad Nizar, dan Fifiana Wisnaeni. “Pluralism Justice System dalam Penyelesaian Masalah Kebebasan Beragama.” Masalah-Masalah Hukum 48, no. 4 (2019): 385–392. https://doi.org/10.14710/mmh.48.4.2019.385-392.
Komeni, Wirdi Hisroh, dan Ermania Widjajanti. “Ketidaktepatan Penerapan Hukum Pidana Adat dalam Pasal 2 KUHP Baru: Perspektif Teori Kepastian Hukum.” Innovative: Journal of Social Science Research 4, no. 3 (2024): 1051–1059. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10586.
Lengkong, Lonna Yohanes, dan Tomson Situmeang. “Makna Delik Penodaan Agama dalam Pasal 156a KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.” JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) 9, no. 4 (2023): 118–126. https://doi.org/10.29210/020232682.
Naamy, Nazar, dan Ishak Hariyanto. “Moderasi Beragama di Ruang Publik dalam Bayang-Bayang Radikalisme.” Sophist: Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir 3, no. 2 (2021): 41–59. https://doi.org/10.20414/sophist.v3i2.51.
Nasution, Faiz Albar. “Implications of Religious Fatwa on the Implementation of the COVID-19 Policy in Indonesia.” Pharos Journal of Theology 104, no. 3 (2023). https://doi.org/10.46222/pharosjot.104.320.
Pesik, Kesia Martini. “Rekognisi Penganut Kepercayaan Lalang Rondor Malesung dalam Kehidupan Beragama dan Bernegara.” Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education 10, no. 2 (2024): 116–142. https://doi.org/10.24036/scs.v10i2.459.
Ramadhani, Milenia. “Tantangan Implementasi Pengakuan Hukum Adat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Baru di Indonesia.” COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 4, no. 3 (2024): 3708–3716. https://doi.org/10.59141/comserva.v4i3.1394.
Setyabudi, Muhammad Nur Prabowo. “Minoritas Kepercayaan Suku Anak Dalam: Perspektif Toleransi dan Keadilan.” Jurnal Moral Kemasyarakatan 7, no. 2 (2022): 151–167. https://doi.org/10.21067/jmk.v7i2.7420.
Yanto, Andri, dan Faidatul Hikmah. “Akomodasi Hukum yang Hidup dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional Menurut Perspektif Asas Legalitas.” Recht Studiosum Law Review 2, no. 2 (2023): 81–91. https://doi.org/10.32734/rslr.v2i2.14162
DOI: https://doi.org/10.36987/jiad.v14i3.9201
Refbacks
- There are currently no refbacks.
<










