PENGARUH MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI FUNGI SISWA KELAS VIII SMPN 05 PANAI HILIR

Suryanti Hasibuan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Pengunaan media visual pada materin  jamur, 2. Hasil belajar siswa pada materi jamur, 3. Pengaruh yang signifikan antara pengaruh media visual terhadap hasil belajar siswa pada materi jamur.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis penelitiannya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas control yang diajarkan tanpa menggunakan media visual memiliki nilai rata- rata tes akhir sebesar : 69.44 dan kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan media visual memiliki nilai rata-rata tes akhir sebesar : 76.44. Artinya, hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan media visual lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diajarkan tanpa menggunakan media visual. Terdapat pengaruh yang fositif  terhadap hasil belajar biologi jamur siswa yang diajar kan dengan menggunakan media visual di kelas VIII-2 SMP Negeri 05 Satu Atap Panai HIlir. Hal ini dibuktikan uji “t” pada kedua kelas dengan data nilai tes akhir yang menunjukkan bahwa t hitung = 4.925 dan t tabel = 1,666 karena t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha di terima.


Full Text:

PDF

References


Abdul Gani Jamora Nasution. (2017). Pendidikan Islam dalam Catatan Sejarah. Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama.

Ahmad, Susanto. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, h. 184.

Arsyad Azhar. (2015). Media Pembelajaran, h.16 – 33.

Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, Astuti, Winda, Laili Fitri Yeni, dan

Eka Aryati. (2013). “Pengaruh Media Kartu Bergambar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Jamur di SMA.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 2:8.

Arief S. Sadiman, (dkk). (2010). Media Pendidikan: Pengertian Pengembangan dan

Pemanfaatannya, h. 9

Azizah, Nafiah Siduppa Rahman, B. Nurhayati, dan A. Irma Suryani. (2023). “Pengaruh Penggunaan Berbagai Media Pembelajaran Pada Materi Jamur Terhadap Hasil Belajar Siswa . The Influence of Using Various Learning Media on the Topic of Fungi on Learninng Outcomes .” Inovasi Sains dan Pembelajarannya: Tantangan dan Peluang (X):337–44.

Badruzaman, Ayi, Sadjaruddin Nurdin, dan Seni Apriliya. (2015). “Pengaruh Penggunaan Media Visual terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Peta.” Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2(1):118–28.

Campbell, N.A. (2003). Biologi Jilid II. Jakarta: Erlangga.

Darnetty. (2006). Pengantar Mikologi. Andalas Universitas Press. Padang.

Gandjar, Indrawati & Wellyzar Sjamsuridzal. (2006). Mikologi Dasar dan Terapan.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Harti, A. S., (2015). Mikrobiologi Kesehatan; Peranmikrobiologi Dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Andi.

Herdianti, Tantri, dan Kurnia Ningsih. (2019). “Pengaruh Media Animasi Berbasis Adobe Flash Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jamur Kelas X.” Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi 2(2):1–10.

Heri Gunawan. (2012). Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: Alfabeta, h. 104.

Herdianti, Tantri, dan Kurnia Ningsih. (2019). “Pengaruh Media Animasi Berbasis Adobe Flash Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jamur Kelas X.” Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi 2(2):1–10.

Mayasari, Annisa, Windi Pujasari, Ulfah Ulfah, dan Opan Arifudin. (2021). “Pengaruh Media Visual Pada Materi Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik.” Jurnal Tahsinia 2(2):173–79. Doi: 10.57171/jt.v2i2.303.

McKane, L and J. Kandel. (1998). Microbiology, essential and Aplication. 2nd.

Ed. McGraw-Hill, Inc. Philadelphia

Mohamad Syarif Sumantri. (2016). Strategi Pembelajaran Teori dan Praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: Rajawali Pers, h. 2.

Nunu Mahnun. (2014). Media dan Sumber Belajar Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Yogyakarta: Aswaja Pressindo, h. 12.

Nurmawati. (2014). Evaluasi Pendidikan Islami. Medan: Citapustaka Media, h. 53.

Ngalim Purwanto. (2010). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, h. 106.

Oemar Hamalik. (2008). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara, h. 30.

Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar, h. 44-45

Permendikbud No. 23 Tahun 2016 Standar Penilaian Pendidikan.

Rosdiana A. Bakar. (2009). Pendidikan Suatu Pengantar. Bandung: Citapustaka Media Perintis.

Rusman. (2013). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfabeta,h.100-104.

Rudi Susiana dan Cepi Riyana. (2011). Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima, h. 70-72.

Sadirman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, h. 20.

Sanjaya Wina (2011). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana, h 211.

Sinaga, M. S. (2011). Budidaya Jamur Merang. Penebar Swadaya. Jakarta.

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah & Aswan zain. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, h 126.

Syaidah, HR, & Kurniawan, El. Y. (2020). The Role of Selni Dance Learning in The Development of Moltolrikal Abilities of Class V Students of Kolsambi I Elementary School, Tanggerang Regency. Indolnelsian Jolurnal olf Ellelmentary Elducatioln, Voll.2 Nol.1 Desember 2020 ( 2722-6689), 2-9.

Sukiman. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, h. 29-30.

Susiana Rudi dan Cepi Riyana. (2011). Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima, h. 9.

Webster, J. and R. Weber. (2007). Introduction to Fungi. Cambridge University Press, New York.




DOI: https://doi.org/10.36987/jmapen.v6i2.8276

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.