Transformasi Postulat Audit: Analisis Konseptual di Era Digitalisasi dan Artificial Intelligence
Abstract
Perubahan lingkungan audit yang dipicu oleh digitalisasi, big data, dan kecerdasan buatan mendorong perlunya evaluasi ulang atas postulat audit klasik yang dirumuskan oleh Mautz dan Sharaf sebagai fondasi epistemologis praktik audit. Penelitian ini berangkat dari dua pertanyaan utama, yaitu apakah postulat audit tradisional masih relevan dalam ekosistem audit digital serta bagaimana reorientasi konseptual postulat tersebut seharusnya dibangun agar selaras dengan karakteristik audit modern. Pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur digunakan untuk menelaah referensi akademik dan standar profesional internasional yang membahas transformasi audit dalam konteks teknologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian postulat tetap memiliki nilai fundamental, namun sejumlah asumsi mengalami pelemahan akibat perubahan sifat bukti, otomatisasi prosedur audit, serta meningkatnya peran algoritma dalam penilaian risiko dan pengujian substantif. Reorientasi diperlukan dengan memasukkan prinsip integritas data, transparansi algoritmik, akuntabilitas manajemen atas sistem AI, kompetensi digital auditor, dan independensi teknologi. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembaruan postulat merupakan prasyarat untuk menjaga relevansi kerangka teoretis audit dalam lanskap digital yang semakin kompleks.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)DOI: https://doi.org/10.36987/civitas.v12i1.8440
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
INDEXED BY :
Publisher:
LPPM Universitas Labuhanbatu
Editorial Address:
Jln.S.M. Raja No.126 A Aek Tapa Rantauprapat, Kab. Labuhanbatu Sumatera Utara, Indonesia

This work is licensed under a Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0)




.png)






