PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN WANITA MELALUI EDUKASI JAMU WELLNESS CULTURE SEBAGAI WARISAN BUDAYA UNESCO DAN PEMANFAATAN HERBAL ALAMI PADA ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN LLDIKTI WILAYAH I

Srie Faizah Lisnasari, Datten Datten, Naila Zuhra

Abstract


Literasi kesehatan merupakan kemampuan individu untuk memperoleh, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan dalam pengambilan keputusan yang tepat. Peningkatan literasi kesehatan wanita menjadi penting karena perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi Jamu Wellness Culture, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, serta pemanfaatan herbal alami secara tepat dan aman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai Jamu Wellness Culture dan pemanfaatan herbal alami untuk mendukung literasi kesehatan wanita. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Mei 2026 di Kota Medan dengan melibatkan sekitar 20 peserta yang terdiri atas anggota Dharma Wanita Persatuan LLDIKTI Wilayah I dan perwakilan Dharma Wanita dari beberapa perguruan tinggi di Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, demonstrasi bahan herbal, serta evaluasi berdasarkan observasi partisipasi dan umpan balik peserta. Materi yang disampaikan meliputi konsep Jamu Wellness Culture, klasifikasi obat bahan alam, manfaat tanaman herbal bagi kesehatan wanita, serta penggunaan herbal yang aman dan bertanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta mencapai 100%, partisipasi peserta dalam diskusi berlangsung aktif, antusiasme peserta tinggi, dan umpan balik peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat, keamanan, dan penggunaan herbal alami serta pentingnya pelestarian Jamu Wellness Culture sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemanfaatan herbal berbasis bukti dan pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, edukasi kesehatan berbasis budaya lokal berpotensi menjadi salah satu strategi yang mendukung penguatan literasi kesehatan perempuan sekaligus pelestarian budaya tradisional.

Kata kunci: literasi kesehatan; Jamu Wellness Culture; herbal alami; kesehatan wanita; pengabdian kepada masyarakat.

 

ABSTRACT

Health literacy is essential for enabling individuals to access, understand, evaluate, and apply health information in making appropriate health-related decisions. Improving women's health literacy is particularly important because women play a strategic role in maintaining their own health, as well as the health of their families and communities. One approach to strengthening health literacy is through education on Jamu Wellness Culture, which has been recognized by UNESCO as an Intangible Cultural Heritage of Humanity, together with the appropriate and safe use of natural herbal medicines. This community service program aimed to provide education on Jamu Wellness Culture and the utilization of natural herbs to support women's health literacy. The program was conducted on May 13, 2026, in Medan, Indonesia, involving approximately 20 participants consisting of members of Dharma Wanita Persatuan LLDIKTI Region I and representatives of Dharma Wanita organizations from several higher education institutions in North Sumatra. An educational-participatory approach was employed through lectures, interactive discussions, question-and-answer sessions, demonstrations of herbal ingredients, and evaluation based on participant observation and feedback. The educational materials covered the concept of Jamu Wellness Culture, the classification of traditional herbal medicines, the benefits of medicinal plants for women's health, and the safe and responsible use of herbal products. The program achieved a 100% attendance rate, with active participation during discussions, high participant enthusiasm, and positive feedback indicating improved understanding of the benefits, safety, and appropriate use of natural herbs, as well as increased awareness of the importance of preserving Jamu Wellness Culture as part of Indonesia's cultural heritage. These findings suggest that culture-based health education has the potential to support women's health literacy while contributing to the preservation of traditional cultural heritage.

Keywords: health literacy; Jamu Wellness Culture; natural herbs; women's health; community service.


Full Text:

PDF

References


Nutbeam, D. (2021). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies. Health Promotion International, 36(1), 1–7.

Sørensen, K., Van den Broucke, S., Fullam, J., Doyle, G., Pelikan, J., Slonska, Z., & Brand, H. (2022). Health literacy and public health: A systematic review and integration of definitions and models. BMC Public Health, 22(1), 1–13.

UNESCO. (2023). Jamu Wellness Culture. Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

World Health Organization. (2025). Global Traditional Medicine Strategy 2025–2034. Geneva: WHO.

Kurniawati, D., Rahmawati, E., & Sari, N. (2023). Peningkatan literasi kesehatan melalui edukasi tanaman obat keluarga pada kelompok wanita. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 8(2), 115–124.

Pratiwi, R., Nugroho, A., & Widodo, S. (2024). Local wisdom-based health promotion as a strategy for community empowerment. Journal of Community Health Development, 5(1), 45–56.




DOI: https://doi.org/10.36987/ikabinaenpabolo.v6i2.9411

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.