Strategi inovasi lokal berbasis kolaborasi multipihak untuk kontribusi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi lokal di Indonesia dapat memberikan kontribusi global apabila didukung oleh kolaborasi multipihak yang terarah dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah riset literatur (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal nasional terakreditasi, buku akademik, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik inovasi lokal, kolaborasi multipihak, dan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Kajian ini menyoroti potensi besar inovasi lokal yang bersumber dari kekayaan budaya, sumber daya alam, serta kearifan lokal di berbagai daerah Indonesia. Inovasi tersebut berperan penting dalam memperkuat ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, potensi ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, kebijakan yang belum mendukung, minimnya riset terapan, dan akses pasar global yang terbatas.
Temuan literatur menunjukkan bahwa model kolaborasi multipihak, seperti Triple Helix (pemerintah–akademisi–industri), Quadruple Helix (ditambah masyarakat), hingga Penta Helix (dengan tambahan media), merupakan strategi efektif dalam mengintegrasikan sumber daya, pengetahuan, dan jaringan untuk memperkuat inovasi lokal. Beberapa studi kasus seperti Batik Pekalongan Go Global, Kopi Gayo, dan Teknologi Pertanian Lokal membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memperluas dampak inovasi daerah hingga ke pasar internasional. Selain itu, dukungan riset dan digitalisasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing global produk lokal.
Berdasarkan hasil kajian, strategi penguatan inovasi lokal perlu diarahkan pada tiga aspek utama: (1) peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan adopsi teknologi; (2) penguatan jejaring kolaborasi lintas sektor serta kemitraan internasional; dan (3) pengembangan kebijakan dan ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Kolaborasi multipihak yang terstruktur dengan baik akan mempercepat transformasi inovasi lokal menjadi kontribusi global yang berdampak pada pencapaian SDGs, khususnya dalam bidang ekonomi inklusif, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi lokal tidak hanya ditentukan oleh potensi daerah, tetapi juga oleh kualitas sinergi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem inovasi yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aan Jaelani. (2019). Triple Helix sebagai model bagi inovasi pendidikan tinggi: Analisis logika kelembagaan dalam pengembangan kewirausahaan dan ekonomi. Repository IAIN Syekh Nurjati.
Aan Jaelani. (2019). Triple Helix sebagai model bagi inovasi pendidikan tinggi: Analisis logika kelembagaan dalam pengembangan kewirausahaan dan ekonomi. Repository IAIN Syekh Nurjati.
Capah, B. M. (2023). Implementasi SDG's-12 melalui pengembangan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Universitas Padjadjaran.
Dewi, I. G. A. Y., & Suryana, M. (2024). Kolaborasi Triple Helix dalam Program Inovasi Desa. Jurnal Kebijakan.
Fitri, N. (2020). Penerapan konsep Quadruple Helix untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi industri MICE. Jurnal Administrasi Niaga.
Hambali, A. (2024). Komitmen atas SDGs-9, tingkat inovasi, dan dampaknya terhadap kinerja keberlanjutan. Jurnal Akuntansi & Sustainability
Jaelani, A. (2019). Triple Helix sebagai model bagi inovasi pendidikan tinggi: Analisis logika kelembagaan dalam pengembangan kewirausahaan dan ekonomi, Repository IAIN Syekh Nurjati.
Katili, M. R. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal. SIBERMAS
Noor, M. (2022). Collaborative governance: Suatu tinjauan teoritis. Universitas Airlangga.
Novita, A. A. (2024). Development and challenges in the implementation of SDGs in Indonesia: A systematic literature review.
Putri, L. M., & Hidayat, R. (2020). Implementasi Quadruple Helix dalam ekonomi kreatif di Yogyakarta. Forum Ekonomi.
Pohan, Muhammad Yasir Arafat; Asnora, Fadzil Hanafi; Putri, N. N. (2025). Pelestarian Budaya Melayu Dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pembuatan Songket Melayu. 4(2), 405–417.
Pohan, Muhammad Yasir Arafat; Putri, N. N. (2025). Factors Influencing Local Communities ’ Intention to Support Sustainable Tourism Development in the Lake Toba Super- Priority Destination. 5(2), 928–935. https://doi.org/10.37531/amar.v5i2.3130
Raditya, A., et al. (2025). Kontribusi ProKlim dalam mendukung capaian SDGs di tingkat lokal. Innovative: Journal of Social Science Research.
Rahmawati, D., & Prasetyo, H. (2021). Kolaborasi Triple Helix dalam program inovasi desa di Sanur Kaja. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik.
Saparita, R. (2023). Triple Helix inklusif untuk UMKM daerah. BRIN.
Setiawan, A. (2024). Proses pengembangan dan implementasi inovasi: Teori kolaborasi multipihak. Jurnal Interelasi Humaniora.
Suharto, B., & Handayani, T. (2021). Pengaruh inovasi dan kolaborasi terhadap keunggulan bersaing pada UMKM industri makanan Kota Sukabumi. Jurnal COSTING
Widiatmaka, P. (2022). Strategi menjaga eksistensi kearifan lokal sebagai identitas nasional bangsa Indonesia di era disrupsi. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



