ORGANISASI MASYARAKAT DALAM RESOLUSI KONFLIK SARA DI INDONESIA: SCOPING REVIEW
Abstract
Artikel ini membahas peran organisasi masyarakat dalam resolusi konflik berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Indonesia. Permasalahan penelitian berangkat dari masih munculnya konflik identitas, intoleransi keagamaan, diskriminasi terhadap kelompok minoritas, pembatasan aktivitas ibadah, serta ketegangan sosial lokal, meskipun konflik komunal berskala besar telah mengalami penurunan. Penyelesaian konflik yang terlalu bergantung pada pendekatan hukum, keamanan, dan administratif sering kali belum mampu membangun rekonsiliasi sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penting untuk memetakan peran organisasi masyarakat sebagai aktor non-negara yang memiliki kedekatan dengan komunitas dan modal sosial di tingkat akar rumput. Penelitian ini menggunakan metode scoping review untuk mengidentifikasi aktor dominan, strategi resolusi konflik, fokus penanganan, serta kesenjangan penelitian dalam studi resolusi konflik SARA berbasis organisasi masyarakat di Indonesia. Penelusuran literatur dilakukan melalui Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar terhadap artikel jurnal yang diterbitkan pada Januari 2015 hingga September 2025. Setelah proses seleksi, 11 artikel dianalisis dalam kajian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjadi aktor yang paling dominan dalam literatur. Strategi resolusi konflik yang paling banyak digunakan adalah mediasi melalui komunikasi persuasif dan dialogis, pelibatan tokoh agama sebagai mediator informal, serta kolaborasi multipemangku kepentingan. Analisis menunjukkan bahwa perhatian literatur relatif seimbang antara pencegahan konflik dan pemulihan pascakonflik. Artikel ini menyimpulkan bahwa organisasi masyarakat memiliki peran strategis dalam memperkuat harmoni sosial, tetapi penelitian mendatang perlu memperluas kajian pada aktor non-FKUB, konflik non-keagamaan, evaluasi jangka panjang, serta tantangan digital dalam resolusi konflik SARA.
Kata kunci: organisasi masyarakat; resolusi konflik; konflik SARA; scoping review
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Barron, P., Jaffrey, S., & Varshney, A. (2016). When large conflicts subside: The ebbs and flows of violence in post-Suharto Indonesia. Journal of East Asian Studies, 16(2), 191-217.
bbc.com. (2025). Kasus pembubaran paksa retret di Cidahu Sukabumi – Bagaimana kronologinya? Diakses tanggal 5 Februari 2025 melalui link https://www.bbc.com/indonesia/articles/c0q883v755ko
Bisri, M. H. (2025). Isu dan tantangan politik kewarganegaraan di Indonesia. Dalam P. Kurniati (Ed.), Politik kewarganegaraan (hlm. 113–xxx). CV Basya Media Utama
Fatgehipon, A. H., & Huliselan, M. (2024). Peran tokoh agama dalam penyelesaian konflik Maluku. Dalam S. R. Pudjiastuti (Ed.), Bunga rampai budaya demokrasi dalam perspektif kearifan lokal (hlm. 43–56). Widina Media Utama
Ferdian, F. (2018). Fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam sistem sosial penciptaan kerukunan umat beragama di Kabupaten Pasaman Barat. Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, 4(2), 136–147. https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v4i2.786
Galtung, J. (1996). Peace by peaceful means: Peace and conflict, development and civilization. Sage Publications
Hakim, A. L. (2018). Strategi komunikasi lintas agama FKUB Surabaya dalam menangani konflik. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 1(1), 19–34. https://doi.org/10.31538/almada.v1i1.129
Hutabarat, F. (2023). Navigating diversity: Exploring religious pluralism and social harmony in Indonesian society. European Journal of Theology and Philosophy, 3(6), 6-13.
Kemenag. (2025). Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai 77,89, Tertinggi dalam 11 Tahun. Diakses tanggal 6 April 2026 melalui link https://bimashindu.kemenag.go.id/berita-pusat/indeks-kerukunan-umat-beragama-2025-capai-77-89-tertinggi-dalam-11-tahun-0qq7X?utm_source=chatgpt.com
Klinken, G.A.V. (2007). Perang kota kecil: Kekerasan komunal dan demokratisasi di Indonesia (B. Hidayat, Terj.). Yayasan Obor Indonesia; KITLV-Jakarta. (Karya asli diterbitkan tahun 2007).
Komnas HAM. (2025). Laporan tahunan Komnas HAM RI 2024: Menyuarakan keadilan & HAM di tahun politik.
Komnas HAM. (2026). Keterangan Pers Komnas HAM Nomor 1 Tahun 2026
Komnas Perempuan. (2025). Perempuan dan Tantangan Kebebasan Beribadah. Diakses 6 April 2026 melalui link Perempuan dan Tantangan Kebebasan Beribadah
Kompas.com. (2025). 5 Fakta Perusakan Rumah Doa GKSI di Padang, 2 Anak Terluka. Diakses tanggal 5 Februari 2025 melalui link https://www.kompas.com/tren/read/2025/07/28/180000365/5-fakta-perusakan-rumah-doa-gksi-di-padang-2-anak-terluka?page=all
Lederach, J. P. (1997). Building peace: Sustainable reconciliation in divided societies. United States Institute of Peace Press.
Listyawati, A. (2019). Eksistensi Forum Keserasian Sosial sebagai upaya meredam konflik sosial di masyarakat di Kota Ambon. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 8(2), 200–212. https://doi.org/10.33007/ska.v8i2.1496
Muliono, M. (2020). Pola perubahan, wacana, dan tren konflik sosial di Indonesia. Al-Adyan, 1(2), 115-132.
Mustikorini. (2023). Reaktualisasi semangat kebangkitan nasional 1908. PT Nasya Expanding Management
Mustofa, I., & Liberty. (2018). Peran organisasi masyarakat dalam membangun harmoni pasca konflik antara masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang di Lampung Tengah. Penamas, 31(1), 205–226. https://doi.org/10.31330/penamas.v31i1.150
Nendissa, J. E., Simamora, R. H., Rotua, D. M., Baringbing, P. G. W., & Farneyanan, S. (2024). Pluralisme agama-agama: Tantangan, peluang, dan perspektif teologis dalam membangun kerukunan umat beragama di Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama dan Teologi Indonesia, 2(2), 155-184.
Page, M. J., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. bmj, 372. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.
Pollock, D., et al. (2021). Undertaking a scoping review: A practical guide for nursing and midwifery students, clinicians, researchers, and academics. Journal of advanced nursing, 77(4), 2102-2113.
Probosiwi, R. (2018). Peran organisasi masyarakat sipil dalam penciptaan keserasian sosial. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial. https://ejournal.kemensos.go.id/index.php/jpks/article/download/1620/894
Putnam, Robert D., (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community, Simon & Schuster, New York, NY.
Putra, M. I., Gani, Z. B., & Endradi, A. B. (2024). Strategi FKUB dalam penyelesaian konflik keagamaan dan upaya dalam merawat kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Keerom. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(1), 1937–1946. https://doi.org/10.37680/almikraj.v5i01.6660
Rahayu, Y. M. (2025). Kewarganegaraan, multikulturalisme, dan toleransi. Dalam P. Kurniati (Ed.), Politik kewarganegaraan. CV Basya Media Utama.
Rasyid, M. R., Sulaiman, U., Rosdiana, & Sudirman. (2021). Resolusi konflik sosial keagamaan masyarakat Pulau Raam Kota Sorong, Papua Barat. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 13(2), 327–344. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v13i2.447
Saraswati, D., & Anas, M. (2023). Strategi resolusi konflik kelompok minoritas: Studi konflik penutupan Kapel di Dau, Kabupaten Malang. Jurnal Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial, 17(1), 121–140. https://dx.doi.org/10.14421/jsa.2023.171.08
SETARA Institute. (2023). Laporan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan 2023
SETARA Institute. (2025). Laporan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan 2024.
Simarmata, M. J., Rizaldy, F. R., Sihombing, L. Y. L., & Amiruddin, M. (2024). Strategi lobi dan negosiasi dalam penyelesaian konflik sosial: Studi kasus penolakan pembangunan Gereja HKBP di Cilegon, Indonesia. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(2), 1–12. https://doi.org/10.47134/diksima.v1i2.18
Suyahmo, S. (2022). Peran Negara terhadap Konflik SARA di Indonesia: Kajian Historis. Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora, 1(1), 9-19
Syahdan, M.S. Pengaruh Politik Identitas dalam Kestabilan Ketatanegaraan di Indonesia. Siyasah jurnal hukum tatanegara, 4(2), 180-193.
Tempo.com. (2024). Kronologi Warga Bubarkan Mahasiswa Katolik saat Ibadah Doa Rosario di Tangsel. Diakses tanggal 5 Februari 2025 melalui link https://www.tempo.co/hukum/kronologi-warga-bubarkan-mahasiswa-katolik-saat-ibadah-doa-rosario-di-tangsel-61460
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
Utami, N. W. (2016). Upaya komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam resolusi konflik Ahmadiyah. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 61–72. https://doi.org/10.24002/jik.v13i1.600
Utami, et al. (2021). Tinjauan Scoping Review Dan Studi Kasus. RADIAL: Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 9 No. 2, Desember 2021, Hal. 152-172 https://doi.org/10.37971/radial.v9i2.231
DOI: https://doi.org/10.36987/civitas.v12i2.9651
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
INDEXED BY:
Publisher:
LPPM Universitas Labuhanbatu
Editorial Address:
Jln. S.M. Raja No. 126 A Aek Tapa Rantauprapat, Kab. Labuhanbatu Sumatera Utara, Indonesia

This work is licensed under a Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0)




.png)






