PENDIDIKAN ISLAM DAN MULTIKULTURALISME

Aziddin Harahap

Abstract


Pendidikan sebagai sebuah proses pengembangan sumberdaya manusia agar memperoleh kemampuan sosial dan perkembangan individu yang optimal memberikan relasi yang kuat antara individu dengan masyarakat dan lingkungan budaya sekitarnya Lebih dari itu pendidikan merupakan proses “memanusiakan manusia”. Jika diperhatikan dengan seksama, tujuan pendidikan Islam ditetapkan oleh Allah untuk memenuhi keperluan hidup manusia itu sendiri, baik keperluan primer (al-daruriyat), sekunder (hajiyat) , dan tertier (tahsinat). Oleh karena itu, apabila seorang muslim mengikuti ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah, maka ia akan selamat baik di dunia maupun di akhirat. Beberapa keterangan mengenai tujuan pendidikan Islam di atas sesuai dengan tujuan pendidikan multikultural, yaitu untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat yang serba majemuk.

Full Text:

PDF

References


Abdillah, Masykuri, 1966-1993, Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons

Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi.

Abdolkarim Soroush, Reason, Freedom and Democracy in Islam : Essential

Writing of Abdolkarim Soroush, (ed. Dan terj. Mahmud Sadri dan

Ahmad Sadri), Oxford, Oxford University Press,

Abdullah, Aly, 2003 “Menggagas Pendidikan Islam Multikultural di Indonesia”,

dalam Jurnal Ishraqi, Volume II Nomor 1, Januari-Juli,

Ainul Yaqin, M. 2005 Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding

untuk Demokrasi dan Keadilan, Pilar Media, Yogyakarta

Al-Abrasyi, Athiyyah, 1969 At-Tarbiyyah al-Islamiyyah wa Falsafatuha, Dar alFikr, Beirut

Ali Maksum, Luluk Yunan, Paradigma Pendidikan Universal di Era Modern dan

Post Modern (Mencari “Visi Baru” atas “Realitas Baru”Pendidikan

Kita), (Yogyakarta, IRCiSoD,)

Amir Rusdi, 2007, Perspektif Islam Tentang Keberagaman dan Penyikapannya

dalam Konteks pengembangan Kurikulum PAI, dalam Conciencia,

Vol. 1, No.2,

Andrew, 2007, Heywood. Political Ideologies (4th Edition). McMillan, Palgrave

Azyumardi Azra, Konteks Berteologi di Indonesia (Pengalaman Islam), Jakarta,

Paramadina,

Banks, James A., (ed.).1989, Multicultural Education:Issues and Perspectives,

Allyn and Bacon Press, Boston London

Dawam, Ainurrofiq, “EMOH” Sekolah: Menolak “Komersialisasi Pendidikan” dan

“Kanibalisme Intelektual” menuju Pendidikan Multikultural, Yogyakarta:

Inspeal Ahimsakarya Press. 2003.

Effendi, Johan, 2004, Kemusliman dan Kemajemukan Agama, dalam Elpa Sarapung

(Ed), Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Harto, Kasinyo, 2012, Model Pengembangan Pendidikan Agama Islam Berbasis

Multikultural, Rajagrafindo Persada, Jakarta

Joel L. Kraemer, 1986, Philosophy in the Renaissance of Islam, , E.J. Brill,

Leiden

Kartanegara, Mulyadhi, Islam dan Multikulturalisme ; Sebuah Cermin Sejarah,

dalam Zakiyuddin Baidhawy dan M. Thoyibi (Ed.), Reinvensi Islam

Multikultural, Surakarta, Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial

Universitas Muhammadiyah Surakarta,

Maksum, Ali dan Luluk Yunan Ruhendi, 2004, Paradigma pendidikan Universal di

Era Modern dan Post-Modernisme, IRCiSod, Jogyakarta

Panggabean, Samsu Rizal, 2005, Islam dan Multikulturalisme (Ragam

Manajemen Masyarakat Plural) dalam Zakiyuddin Baidhawy dan M.

Thoyibi (Ed.), Reinvensi Islam Multikultural, Surakarta, Pusat Studi

Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta,

Tilaar, H.A.R., 2004, Multikulturalisme: Tantangan-tantangan Global Masa Depan

dalam Transformasi Pendidikan Nasional, Jakarta:Grasindo.




DOI: https://doi.org/10.36987/ecobi.v5i2.54

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
ECOBISMA (Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen) oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Labuhanbatu disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://jurnal.ulb.ac.id/index.php/ecob.