PERANAN INDUSTRI BATU BATA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KECAMATAN RANTAU SELATAN KABUPATEN LABUHAN BATU.

Yudi Prayoga

Abstract


Industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam, sumber daya manusia, dana, dan lain-lain. Dengan adanya industri diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang menganggur dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Negara. Tanah liat yang merupakan bahan baku pembuatan bata merah adalah bahan baku yang tidak dapat diperbaharui sehingga ketersediaannya perlu diananlisis apakah apakah masih mampu mendukung keberlanjuatan industri bata merah dimasa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.kuantitatif Sampel yang di ambil oleh peneliti berada di Desa danau bale di 6 wilayah yaitu Danau Balai A1, Danau Balai A2, Danau Balai B, Danau Balai C, Kampung Songo, Kampung Baru, Perumnas Danau Balai dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Analisis data yang digunakan adalah analiis statistic deskriftif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya tingkat pendapatan industry batu bata katagori pendapatan rendah sebanyak 16 responden atau sebesar 19%, katagori pendapatan sedang sebanyak 55 responden atau sebesar 65%, sedangkan katagori pendapatan tinggi sebanyak 13 responden atau sebesar 16 %. Dengan adanya industri bata merah dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan kepada sebagian masyarakat yang tinggal di Kecamtan Nagreg terutama bagi mereka yang latar belakang pendidikannya rendah. Tingkat kemiskinan yang telah diuji berdasarkan dua versi yakni versi International Labour Organitation dan BPS juga menunjukan tidak terlihatnya kemiskinan di daerah tersebut. Rekomendasi dari penelitian ini untuk pengusaha batu bata adalah dengan dibentuknya koperasi unit usaha agar harga dipasaran stabil, mengelola bekas galian tanah yang terjadi agar dimanfaatkan untuk ternak ikan lele atau ikan nila serta meningkatkan modal usaha.

Full Text:

PDF

References


Notohadiprawiro, tejoyuwono. (1998).

Tanah dan Lingkungan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan

Tika, Pandu. (2005). Metode Penelitian Georafi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Undang-Undang Nomor 32 Tahun (2009) Tentang Perlindungan dan Pengelolaan

Lingkungan Hidup.

Wesley, L. (1977). Mekanika Tanah. Badan Penerbitan Pekerjaan Umum. Jakarta.

Yudhistira, (2010), Kajian Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan

Penambangan Pasir di Daerah Kawasan Gunung Merapi (Studi Kasus di Desa

Keningar Kecamatan Dukun Kabupaten

Magelang, Provinsi Jawa Tengah),

Sumber Dokumen:

Badan Pusat Statistik . (2014). Kecamatan Nagreg Dalam Angka 2014. BPS. Kabupaten

Bandung

Monografi Kecamatan Rantau Selatan Labuhan Batu. (2018).

Sumber Jurnal :

Hutagaol, D. & Ronald, B. (2016).

Penggunaan Limbah Bata Merah Sebagai Tambahan Semen Dalam Pembuatan

Paving Block. Journal : Indonesian Journal Education Building, 2 (1). hlm. 41-

Handayani, S. (2010). Kualitas Batu Bata Merah Dengan Penambahan Serbuk Gergaji.

Journal : Indonesian Journal of Civil Engineering and Planing. 1 (12). hlm. 41-




DOI: https://doi.org/10.36987/ecobi.v5i2.55

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
ECOBISMA (Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen) oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Labuhanbatu disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://jurnal.ulb.ac.id/index.php/ecob.